D’ YUBIZIEZ CLUB

Sebenarnya kami juga punya nama dengan berbagai versi. Dari mulai D’Fingers, D’Primates, sampai D’Underwears Area. Tapi kami tetapkan satu nama teratas, yaitu D’ Yubiziez. Kata Yubiziez berasal dari kata Yubi yang dalam bahasa Jepang artinya lima (karena kami terdiri dari lima personil) dan kata narziez (Karena kami berlima suka sekali berfoto-foto). Itu dia arti nama D’Yubiziez.

Banyak sekali moment yang kami lewatkan bersama. Dari mulai mengeluarkan air mata karena tertawa sampai air mata karena nangis. Siapa saja kah personil dari D’Yubiziez ? Yukk kenalan..

  1. Diah MustikaBengkak..upz salah, yang benar Diah Mustikawati. Dia adalah Mommy nya D’Yubiziez, karena dari postur tubuh yang paling besar. Panggilan sayang kami ke dia adalah “Si Jempol Kingkong”.
  2. Aini Nur Srigala..eitzz…salah lagi, yang benar  Aini Nur Salamah. Dia adalah Mbah Srigalanya D’Yubiziez, karena dia yang paling galak diantara yang lain. Panggilan sayang kami ke dia adalah “Si Telunjuk Orang Utan”.
  3. Perni Karpatari, ga enak kalau disalahin terus, nama sebenernya Freni Karpatari. Dia lah yang tingkah lakunya masih seperti anak kecil padahal kalau dilihat dari usianya dial ah yang paling tua diantara kami berlima. Panggilan sayang kami ke dia adalah “Si Jari tengah Lutung”.
  4. Dian Rapikachu, wew..salah lagi, yang benarnya Dian Rafika. Dia yang paling narziez dan yang usianya paling muda diantara kami. Panggilan sayang dia adalah “Si Jari manis Simpanse”.
  5. Lilies Marciciel, ehhh salah, maksudnya Lilies Martiany. Dari bentuk fisiknya yang paling kecil makanya dia dipanggil “Si Kelingking Siamang”.

Alkisah di sebuah SMK Negeri di daerah kabupaten cikarang barat, bersekolahlah 5 remaja putri yang berasal dari SMP yang berbeda sebelumnya. Kami baru beranjak dewasa, sebetulnya tidak ada yang spesial dari kami berlima, kami sama seperti yang lainnya, dan kami mengalami hal-hal yang sama seperti anak-anak gadis remaja yang lainnya di sekolah itu, hingga 1 tahun berlalu, kami tetap hanya teman biasa.

Kisah yang spesial dialami ketika kami mulai menginjak tingkat 2 di sekolah tersebut. Dan kami memulainya dengan sebuah cerita.cerita yang sebenarnya hanya fiktif oleh si pengarang, ya…cerita itu adalah sebuah film…Kami memulai semuanya berawal dari menonton film yang sama walau di tempat yang berbeda yaitu di rumah masing-masing.

Sekolah memang bukan tempat untuk membicarakan film-film, tetapi di sana adalah juga tempat berinteraksi, jadi apapun dapat di bicarakan saat sedang berinteraksi, dan tidak ada larangan untuk melakukan itu asal tetap pada porsinya.

Kami bercerita tentang sebuah film karya orang-orang korea yang pada waktu itu sedang di putar di salah satu televisi swasta di tanah ibu pertiwi ini…yang berjudul Memories Of  Bali. Seperti anak gadis yang lainnya, tentu saja kami berceloteh tentang ketampanan sang pemeran utama, hingga akhirnya kami terus masuk ke dalam pembicaraan yang lebih luas lagi, masuk ke dalam kehidupan seperti anak muda yang lainnya, kemana-mana bersama, dan kami menyebut satu sama lain sebagai sahabat.

Banyak orang bilang masa yang paling indah adalah masa-masa SMA, dan menurut saya itu benar. Memang sih banyak saat-saat lain di mana kita bisa mendapatkan masa indah yang lainnya, tapi untuk masa SMA pasti punya tempat tersendiri dalam memori.

Selepas awal itu, kami makin bertambah dekat lagi, segala hal makin banyak kami bicarakan, dan ternyata kami memang punya banyak kesamaan. Berbagai pengalaman pun kami ciptakan selama masa tingkat 1 hingga tingkat 3. Kami menjadi spesial di dunia kami sendiri, ya paling tidak kami merasa begitu.

Ada beberapa ‘ritual-ritual’ yang kami ciptakan dalam persahabatan itu, diantaranya:

1. Bermain truth or dare sebelum jam olahraga.

Jam olahraga kami tidak di satukan dengan jam reguler pelajaran biasa, karena jumlah terbatasnya guru tidak seimbang dengan jumlah banyaknya murid di sekolah kami, sehingga  jam olahraga ada di jam setelah pelajaran (sore hari). Dalam permainan itu lebih sering masing-masing dari kami memilih ‘dare’ yang artinya tantangan, dan tak kepalang lagi, yang lain memberikan tantangan yang aneh-aneh ketika si korban melakukan tantangan itu yang lain pasti tertawa tergelak-gelak. Pada saat melakukan permainan ini, biasanya kami mencari tempat yang ‘nyaman’.

2. Kami punya sebuah buku catatan.

Buku catatan ini di beri nama horcrux (terinspirasi dari harry potter,yang mana 3 dari 5 personel menyukai film ini). Fungsinya adalah untuk menceritakan hal2 yang ‘agak rahasia’ atau hal-hal yang ingin mereka tulis disitu.buku catatan ini berpindah-pindah keberadaannya tergantung dari siapa yang ingin menulis disini.

3. Kami sangat gemar berfoto-foto.

Bahasa gaul jaman sekarang mah ‘narsis’. Setiap ada kesempatan di situ kami berfoto.dan pada akhir masa sekolah, kami berfoto dengan satu persatu dari 63 guru yang ada di sekolah. Dan masih banyak lagi hal-hal dan ritual-ritual lain yang kami lakukan bersama. Sekarang kami semua berpisah dalam mengambil jalan untuk menyusuri masa depan. Tetapi tetap kami tak melupakan satu dengan yang lainnya, setiap kami ada waktu luang pasti kami berkumpul kembali dan menceritakan kenakalan-kenakalan kami dulu. Walaupun sudah puluhan kali kami membahas hal yang sama, tetap saja selalu di akhiri dengan gelak tawa membahana. Kami memulainya dari saling bercerita tentang film-film yang sama-sama kami gemari, hingga akhirnya kami merasa satu dalam cerita kami sendiri.

Itulah sedikit tentang kisah persahabatan kami yang masih mengalir hingga detik ini. Semoga persahabatan kami tidak akan pernah terputus oleh apapun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: