BISNIS DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN

Berdasarkan UU Perlindungan Kosnumen Pasal 1 angka 1 disebutkan bahwaPerlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen . Sebagai contoh, para penjual diwajibkan menunjukkan tanda harga sebagai tanda pemberitahuan kepada konsumen”.

Antara produsen dan konsumen memiliki “Hak Kontraktual” yaitu hak yang timbul dan dimiliki seseorang ketika memasukin suatu persetujuan atau kontrak dengan pihak lain. Adanya undang-undang yang mengatur tentang perlindungan konsumen tidak dimaksudkan untuk mematikan usaha para pelaku usaha. Undang-undang perlindungan konsumen justru bisa mendorong iklim yang sehat serta mendorong lahirnya perusahaan yang tangguh dalam menghadapai persaingan yang ada dengan menyediakan barang atau jasa yang berkualitas.

Dari latar belakang dan definis tersebut kemudian muncul kerangka umum tentang sendi-sendi pokok pengaturan perlindungan konsumen (A.Zen Umar Purba, 1992:393-408) yang kurang lebih bisa dijabarkan sebagai berikut :

  1. Kesederajatan konsumen dan pelaku usaha.
  2. Konsumen mempunyai hak.
  3. Pelaku usaha mempunyai kewajiban.
  4. Pengaturan tentang perlindungan konsumen berkontribusi pada pembangunan nasional.
  5. Perlindungan konsumen dan iklim bisnis yang sehat.
  6. Keterbukaan dalam promosi barang atau jasa.
  7. Pemerintah perlu berperan aktif.
  8. Masyarakat juga perlu berperan serta.
  9. Perlindungan konsumen memerlukan terobosan hukum dalam berbagai bidang.
  10. Konsep perlindungan konsumen memerlukan pembinaan sikap.

 

Kontak dianggap Baik dan Adil :

  1. Kedua belah pihak mengetahui sepenuhnya hakikat dan kondisi persetujuan yang mereka sepakat.
  2. Tidak ada pihak yang memalsukan fakta tentang kondisi dan syarat kontrak.
  3. Tidak ada pemaksaan.
  4. Tidak mengikat untuk tindakan yang bertentangan dengan moralitas.

 

Perangkat pengandali untuk menjamin kedua pihak :

  • Aturan moral dalam hari sanubari
  • Aturan hukum yang memeberikan sanksi

     

Kedua perangkat tersebut diberlakukan karena 2 alasan :

  1. Posisi konsumen yang lebih lemah, terutama untuk pasar monopolistis
  2. Konsumen membiayai produsen dalam penyediaan kebutuhan

 

Kewajiban produsen :

  1. Memenuhi ketentuan yang melekat pada produk
  2. Mnyingkapkan semua informasi
  3. Tidak mengatakan yang tidak benar tentang produk yang ditawarkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: